ASSALAMU'ALAIKUM WR.WR.
KAWAN - KAWAN JURUSAN BAHASA DAN
SASTRA ARAB DENGAN MATERI KEWIRAUSAHAAN YANG TERCINTA.
KITA BELAJAR DENGAN SISTEM ONLINE,
NYANTAI, BISA KAPAN SAJA DI LAKUKAN, NAMUN JANGAN TERLALU NYANTAI SEHINGGA
TIDAK PERNAH
MEMBUKA MATERI DAN MENJAWAB
PERTANYAAN2 YANG DI BERIKAN PARA DOSEN
KITA SAMA2 PUNYA HAK DAN KWAJIBAN
MASING2 YANG SALING MENGHORMATI ANTARA KEDUA PIHAK ( MAHASISWA DAN
DOSEN/PENGAJAR)
PENGALAMAN PADA TAHUN-TAHUN YANG
LALU TIDAK PERNAH BERANGKAT SAMA SEKALI NAMUN MINTA NILAI DI KELUARKAN SEHINGGA
PARA DOSEN/PENGAJAR JUGA TIDAK MUNGKIN BISA MENGELUARKAN NILAI TERSEBUT (mohon
maaf ini untuk catatan kita saja)
RABU 22 APRIL 2020 MATERI KEWIRAUSAHAAN
ADAKAH AYAT - AYAT AL - QUR'AN DAN HADIST NABI YANG MENGANJURKAN UNTUK TIDAK BERMALAS - MALASAN / RAGU MELALUKAN USAHA/BEKERJA/BERWIRAUSAHA ?
1. DI
PERSILAHKAN UNTUK MENCARI DALIL TERSEBUT
2. BAGAIMANA
PENDAPAT ANDA TETANG DALIL YANG ANDA TEMUKAN
ü BISA DI BUAT MAKALAH ATAU BISA
LANGSUNG KOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH INI, ATAU MUNGKIN ADA CONTOH
SEJARAH/ CERITA SESEORANG SILAHKAN DI
TULIS DAN DIDISKUSIKAN DI KOLOM KOMENTAR.
ü WAKTU MULAI HARI RABU INI tgl 22
APRIL 2020 SAMPAI KAMIS TGL. 28 APRIL 2020 PUKUL 12 SIANG,JIKA SANGAT-SANGAT
TERPAKSA KARNA
ü KONDISI TIDAK MEMUNGKINKAN, KAMI BERI
TOLERANSAI WAKTU SAMPAI HARI SELASA MENDATANG, LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
ü DAFTAR HADIR BISA KAMI LIHAT SESUAI
JAWABAN YANG ANDA TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU MAKALAH YANG MASUK INSYA ALLAH
LEBIH FALID.
Demikian
yang bisa kami sampaiakan, mohon maaf jika khilaf, selamat belajar mengerjakan
tugas dan selamat beraktivitas kembali sesuai dengan kondisi masing-masing,
salam untuk keluarga Kawan2 semuanya, semoga selalu di beri kesehatan dan hidup
bisa bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya.amin.
Wassalam
wr.wb.
RABU 22
APRIL 2020
TURJANGUN
Pengampu Kewirausahaan
Wa'alaikumussalam baik Pak.
BalasHapusWaalaikumsalam wr.wb pak semoga sehat selalu
BalasHapuswaalaikumsalam baik pak terimakasih
BalasHapuswaalaikum salam pak,, baik pak.. terimakasih...
BalasHapusWaalaikumsalam baik pak
BalasHapuswa'alaikumsalam baik pak, terimakasih
BalasHapusWa'laikumsalam pak, terimakasih
BalasHapusWaalaikumsalam
BalasHapusTerimakasih pak
Waalaikumsalam
BalasHapusterimakasih pak
Nama : Nova Adi Pratama
BalasHapusNim : 53040180009
Kelas :BSA A
Merupakan pekerjaan yang paling baik
Dalam Hadis
عن رفاعة بن رافع رضى الله عنه أنّ النبي صلى الله عليه وسلم سئل : أي الكسب أطيب ؟ قال : عمل الرجل بيده ,وكل بيع مبرور . رواه البزار وصححه الحاكم
Artinya:
Dari Rifa'ah bin Rafi' bahwa Nabi S.A.W pernah ditanya, "pekerjaan apakah yang paling baik?" beliau besabda "pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan usahanya sendiri , dan setiap jual beli yang baik." riwayat Al-Bazzar.
Hadis ini dapat di simpulkan bahwa kita harus bisa berwirausaha sebagai pekerjaan yg baik, bukan maksud pekerjaan yang lain tidak baik, namun berwirausaha memang lebih baik karena selain kita mendapat laba, kita juga bisa meningkatkan kreativitas kita, kita juga bisa memberi manfaat bagi orang lain dari produk yang kita jual.
Nama : Atma Nur Mahmuddah
BalasHapusKelas : BSA B
Nim : 53040180033
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ(أخرجه البيهقى)
“Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi).
Berdasarkan hadits di atas dapat disebutkan bahwa berwirausaha merupakan kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi.
Sebagai seorang wirausaha haruslah bisa memanfaatkan peluang usaha, harus kreatif dan inovatif agar semakin banyak yang minat terhadap usahanya.
Wirausahawan harus mampu menemukan dan menciptakan peluang baru untuk berbisnis, sehingga tidak khawatir kehabisan ide untuk berwirausaha meskipun bergelut dengan persaingan yang sangat ketat.
Kita sebagai wirausaha harus bisa mengembangkan ide yang menarik dan skill/ kemampuan berwirausaha agar lebih disukai dan diminati oleh banyak orang, karena semakin kita ber inovatif terhadap usaha yang kita tekuni semakin banyak pula produk usaha yang dipasarkan, dan mendorong kita untuk terus menciptakan ide-ide baru yang dibutuhkan dan diminati oleh masyarakat.
Nama : Aminatur Rodiyah
BalasHapusNIM : 53040180006
Kelas : BSA A
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ath-Thalaq. Disebutkan dalam ayat 2-3,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (۳) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah ﷻ maka Dia ﷻ akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak tidak disangka-sangka” (Q.S Ats\h-Thalaq 2-3).
Bermalas-malasan juga jadi sebab rezeki sulit datang. Karena seorang muslim dituntut kerja dan tawakkal pada Allah. Contohilah burung seperti yang disebutkan dalam hadits berikut. "Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi, no. 2344; Ibnu Majah, no. 4164; Ahmad, 1:30. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Nama : Itsnaini Umroh Habibah
BalasHapusNIM : 53040180008
Kelas : BSA A
Surah Al Mulk ayat 15
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
Menurut ayat tersebut, allah menjadikan bumi itu bagi manusia, maka dari itu manusia mesti berjalan di segala penjuru bumi dan memakan sebagian rezeki yang dianugerahkan oleh Allah. Hanya kepada Allah manusia kembali setelah mereka dibangkitkan. Maknanya, setiap umat tidak boleh malas atau tidak bekerja. Meskipun dengan alas an semasa hidupnya sibuk beribadah dan bertawakal, namun jika tidak ada ikhtiar didalamnya sama saja bisa menurunkan harga diri dan kehormatan seorang muslim.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Rini Ahnita
BalasHapusNim. : 53040180021
kelas : BSA A
عن المقدام رضي الله عنه ، عن رسول الله
صلى الله عليه وسلم قال : ما أكل آحد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (أخرجه البخارى)
Artinya: “Dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba ra., dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: seseorang yang makan hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya nabi Daud as., makan dari hasil usahanya sendiri.”
Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian (biyadihi), dan tidak cengeng. Bekerja adalah aktivitas dinamis dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan di dalam mencapai tujuannya tersebut dia berupaya dengan penuh kesungguhan untuk mewujudkan prestasi yang optimal sebagai bukti pengabdian dirinya kepada Allah SWT. Untuk meraih keberhasilan yang optimal.kita tidak boleh bermalas malasan dan harus semangat dalam bekerja. kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan didalamnya, oleh karenanya kerja merupakan bukti adanya iman dan barometer bagi pahala dan siksa. Hendaknya setiap pekerjaan disamping mempunyai tujuan akhir berupa upah atau imbalan, namun harus mempunyai tujuan utama, yaitu memperoleh keridhaan Allah SWT
Nama : Irvan M Faza
BalasHapusNIM : 53040180039
Kelas : BSA B
*Hukum Santri / Mahasiswa yang Doyan Rebahan*
Rojul adalah seorang santri / Mahasiswa . Dia mesantren / Kuliah karena kehendak orang tuanya. Bukan kehendak sendiri. Karena demikian, Rojulpun tidak semangat dalam belajar di pesantren / Kampus . Bawaannya pengen rebahan terus. Ngaji malas, makul malas ,hafalan juga. Pokoknya "hobi rebahan, tapi cita-cita jadi sultan".
*Pertanyaan:*
Bagaimanalah hukum kelakuan si Rojul tadi?
*Jawab:*
Dosa sebab tidak belajar, dosa karena mengecewakan orang tua, dan juga dosa karena tidak mau belajar ilmu agama.
*Referensi:*
تنبيه ؛ ينبغي أن يكون من الكبائر ترك تعلم ما يتوقف عليه صحة ما هو فرض عين عليه لكن من مسائل الظاهرة لاالخفية
تحفة هامش 10/215)
طاعة الوالدين واجبة إلا في معصية الله
فتاوى الشبكة الإسلامية [8 /286]
فتجب طاعة الوالدين فيما أمر به ما لم يكن ذلك الأمر معصية، فهما الجنة والنار، من أطاعهما فقد امتثل أمر ربه وأمر رسوله ( بطاعتهما وحصل له مقصود هذه الطاعة من زيادة الخير والرزق وبركة العمر وزيادته، والفوز بالجنة بإذن الله تعالى، ومن عصاهما فقد عصى الله تبارك وتعالى واستحق سخطه فهو قريب من النار والعياذ بالله ، وسيقع له مثل ما فعل بأبويه من أبنائه ، لأن هذا دين كما أخبر بذلك المصطفى ( فقال : (( بروا آباءكم تبركم أبناؤكم )) .
حق الوالدين [ص 19]
عقوق الوالدين من الكبائر:
وإذا كان بر الوالدين مروءة وعبادة وفريضة فإن عقوقهما جريمة وكبيرة، وإن من أكبر الكبائر عند الله يوم القيامة الإشراك بالله وعقوق الوالدين، قال – صلى الله عليه وسلم – : ((ثلاثة لا يدخلون الجنة العاق لوالديه، والديوث، والرجلة من النساء)).
مقالات موقع الألوكة [ /3]
صدور ما يتأذى به الوالدين من قول أو فعل، وعرفه بعضهم بأن ضابط العقوق هو أن يحصل للوالدين أو لأحدهما إيذاء ليس بالهين عُرفًا، فسبهما وعصيانهما والتلكؤ في قضاء شؤونهما ومد اليد بالسوء إليهما ولعنهما وغيبتهما والكذب عليهما؛ كل ذلك عقوق ونكران للجميل، وكذلك نهرهما وتوبيخهما وقهرهما والتأفف منهما والتكبر عليهما والدعاء عليهما كأن يقول الابن لوالده: أراحنا الله منك، أو أخذك الله، أو عجل الله بزوالك، كل ذلك عقوق وإثم كبير وذنب عظيم.
موسوعة خطب المنبر [ص 2007] صدور ما يتأذى به الوالدين من قول أو فعل، وعرفه بعضهم بأن ضابط العقوق هو أن يحصل للوالدين أو لأحدهما إيذاء ليس بالهين عُرفًا، فسبهما وعصيانهما والتلكؤ في قضاء شؤونهما ومد اليد بالسوء إليهما ولعنهما وغيبتهما والكذب عليهما؛ كل ذلك عقوق ونكران للجميل، وكذلك نهرهما وتوبيخهما وقهرهما والتأفف منهما والتكبر عليهما والدعاء عليهما كأن يقول الابن لوالده: أراحنا الله منك، أو أخذك الله، أو عجل الله بزوالك، كل ذلك عقوق وإثم كبير وذنب عظيم.
موسوعة خطب المنبر [ص 2007]
Nama : ira andini
BalasHapusNim. : 53040180036
Prodi : BSA B
Manusia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan, berusaha untuk apa yang di harapkan salah satunya adalah harta kekayaan. Banyak manusia berlomba-lomba untuk mencukupi kebutuhannya, oleh karena itu islam menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja dalam memenuhi segala kebutuhan mereka tanpa perlu meminta atau mengemis dari orang lain. Sebagaimana telah dijelaskan dalam QS al jumu’ah ayat 10 :
فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Dari ayat di atas Allah telah memerintahkan manusia untuk mencari rezeki yang halal, tidak berpangku tangan dan bermalas malasan. Nabi pun demikian ia bekerja dan berbuat. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk bekerja dan berwirausaha agar dapat hidup mandiri, tanpa bergantung pada pemberian orang lain. Namun, hal itu juga harus diimbangi dengan niat bahwa semua yang dilakukan oleh manusia harus dilandasi dengan selalu ingat kepada Allah yaitu dengan banyak berzikir agar kita mendapatkan kemenangan dengan apa yang kita inginkan dan selamat dari apa yang kita hindari. Tidak ada yang sia-sia dari segala yang dikerjakan atau dilakukan.
Nama: Ai Yinun Nisa
BalasHapusNIM : (53040180042)
Prodi : BSA B
Wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
عن المقدام رضي الله عنه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ما أكل آحد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (أخرجه البخارى)
Artinya: “Dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba ra., dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: seseorang yang makan hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya nabi Daud as., makan dari hasil usahanya sendiri.”
Islam memang tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait konsep tentang kewirausahaan (entrepreneurship) ini, namun di antara keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat, memiliki ruh atau jiwa yang sangat dekat, meskipun bahasa teknis yang digunakan berbeda. Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian, dan tidak cengeng. Setidaknya terdapat beberapa ayat al-Qur’an maupun Hadis yang dapat menjadi rujukan pesan tentang semangat kerja keras dani kemandirian ini, seperti: “Amal yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cucuran keringatnya sendiri."
Nama : Ahmad Muta'alimun
BalasHapusNIM. : 53040180045
Kelas. : BSA B
فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ
(Bahasa Indonesia)
Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
-Surat Al-Insyirah, Ayat 7
Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan, termasuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita didunia. Tugas kita berusaha soal hasil kita serahkan pada Allah.
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب
(Bahasa Indonesia)
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
-Surat Al-Insyirah, Ayat 8
Nama : Rizqi Novianti Lestari
BalasHapusNim : 53040180052
Kelas : BSA B
عن عاصم بن عبيد الله ، عن سالم ، عن أبيه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ان الله يحب المؤمن المحترف.
Artinya: Dari ashim bin ubaidillah, dari salim, dari bapaknya, berkata: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT menyangi orang mukmin yang bekerja secara terampil.”
Dari hadis diatas sangat jelas bahwa Allah menyayangi orang yg bekerja. Maka kita harus berusaha, dan bekerja dengan keras dengan sungguh2. Karena sesungguhnya Allah menciptakan kita di dunia ini salah satunya adalah untuk bekerja dan berusaha. Dan seperti yg disebutkan dalam Al-qur'an surah Al furqan ayat 47
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
Dari ayat diatas jelas Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha pada siang hari, dan menggunakan waktu malam untuk istirahat. Karena Allah sangat menyukai orang yg mau berusaha dan tidak bermalas-malasan. Maka, kita sebagai umat islam harus mempunyai usaha entah usaha dalam bentuk apapun itu.
Nama : Mohammad Khatami
BalasHapusNim : 53040180060
Kelas : BSA B
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
"Dialah zat yang menjadikan bumi ini mudah buat kamu. Oleh karena itu berjalanlah di permukaannya dan makanlah dari rezekinya." (QS. Al-Mulk: 15)
Setiap muslim tidak seharusnya bermalas-malas bekerja untuk mencari rezeki dengan dalih sibuk beribadah atau tawakkal kepada Allah, atau bahkan merasa tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Pada ayat tersebut merupakan mabda' (prinsip) dalam Islam. Bumi ini oleh Allah diserahkan kepada manusia dan dimudahkannya. Justru itu manusia harus memanfaatkan nikmat yang baik ini serta berusaha di seluruh seginya untuk mencari anugerah Allah itu.
Seorang muslim tidak boleh menggantungkan dirinya kepada uluran tangan orang lain melalui meminta-minta, padahal dia masih mampu berusaha untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Dalam sebuah hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang masih mempunyai kekuatan dengan sempurna." (HR. al-Tirmidzi)
Nama : Khoirunniswatin
BalasHapusNIM : 53040180004
Kelas :BSA A
عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَۃَ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّی اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ أَحْبُلَهُ فَيَأْتِيَ الْجَبَلَ فَيَجِٸَ بِحُزْمَۃِ حَطَبِِ عَلَی ظَهْرِهِ فَيَبِيْعَهَا فَيَسْتَغْنِيَ بِثَمَنِهَا خَيْرُ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أوْ مَنَعُوْهُ (رواه ابن ماجه)
Dari Urwah ra. Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang membawa tali ke gunung, kemudian datang dengan seikat kayu dipunggungnya, kemudian menjualnya karena butuh uangnya, lebih baik baginya daripada meminta-minta pada orang, di mana adakalanya memberi dan adakalanya tidak memberi". (HR. Ibnu Majah)
Dari hadits tersebut dapat diambil pelajaran bahwa pekerjaan apapun asalkan itu halal Allah akan tetap memberikan hasilnya... walaupun hanya pekerjaan kecil itu lebih baik daripada hanya meminta-minta, atau bahkan hanya bermalas-malasan dan berpangku tangan saja tanpa berusaha sedikitpun.
NAMA : Dina Safira Ikmaliani
BalasHapusNIM : 53040180005
KELAS : BSA A
(لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ (البقرة: 286
Artinya : “Allah tidak membebani orang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”(QS. Al Baqarah: 286)
Dari ayat tersebut, Allah menghendaki kita untuk terus berusaha dan tidak ragu akan usaha kita. Karena Allah tidak akan membebani kita melebihi kesanggupan kita. Setiap usaha pasti ada balasannya. Karena Allah memberi hasil kepada kita sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Seperti dalam berwirausaha, kita dianjurkan untuk tetap konsisten dan tidak bermalas-malasan dalam hal tersebut. Karena barangkali dalam usaha tersebut terdapat rezeki yang telah disiapkan Allah untuk kita. Ketika kita bermalas-malasan dalam berwirausaha, maka sama dengan kita kufur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
Nama : Dewi Musyarofah
BalasHapusNIM : 53040180057
Kelas : BSA B
Pendapat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,
أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني
“Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إن أطيب كسب الرجل من يده
“Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya”
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang lelaki yang kulit tangannya kasar, beliau bersabda,
هذه يد يحبها الله ورسوله
“Tangan ini dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”
Jika seseorang duduk di masjid menyibukkan diri dalam urusan agama, menuntut ilmu agama atau beribadah namun menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya, ia adalah seorang pendosa. Ia tidak paham bahwa bekerja untuk menjaga iffah dirinya, istrinya dan anak-anaknya adalah ibadah. Terdapat hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله
“Petugas pengantar shadaqah untuk janda dan orang miskin bagaikan mujahid di jalan Allah”
Al Baihaqi dalam kitabnya, Syu’abul Iman, membawakan sebuah riwayat dari Umar radhiyallahu ‘anhu:
يا معشر القراء (أي العباد) ارفعوا رؤوسكم، ما أوضح الطريق، فاستبقوا الخيرات، ولا تكونوا كلاً على المسلمين
“Wahai para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepada kalian, sehingga teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”
Dan janganlah menjadi beban bagi orang lain. Muhammad bin Tsaur menceritakan, suatu ketika Sufyan Ats Tsauri melewati kami yang sedang berbincang di masjidil haram. Ia bertanya: ‘Kalian sedang membicarakan apa?’. Kami berkata: ‘Kami sedang berbincang tentang mengapa kita perlu bekerja?’. Beliau berkata:
اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين
“Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”.
Pada kesempatan lain, Sufyan Ats Tsauri sedang sibuk mengurus hartanya. Lalu datanglah seorang penuntut ilmu menanyakan sebuah permasalahan kepadanya, padahal beliau sedang sibuk berjual-beli. Orang tadi pun lalu memaparkan pertanyaannya. Sufyan Ats Tsauri lalu berkata: ‘Wahai anda, tolong diam, karena konsentrasiku sedang tertuju pada dirhamku, dan ia bisa saja hilang (rugi)’. Beliau pun biasa mengatakan,
لو هذه الضيعة لتمندل لي الملوك
“Jika dirham-dirham ini hilang, sungguh para raja akan memanjakan diriku”
Ayyub As Sikhtiani berkata:
الزم سوقك فإنك لا تزال كريماً مالم تحتج إلى أحد
“Konsistenlah pada usaha dagangmu, karena engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain”
Agama kita tidak mengajak untuk miskin. Ali radhiallahu ‘anhu berkata:
لو كان الفقر رجلاً لقتلته
“Andaikan kefaqiran itu berwujud seorang manusia, sungguh akan aku bunuh ia”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berdoa,
اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kekafiran dan kefaqiran”
Maka wajib bagi setiap muslim untuk bekerja, berusaha, bersungguh-sungguh dan tidak menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya. Orang yang hanya duduk diam, ia bukanlah mutawakkil (orang yang tawakal), melainkan ia adalah mutawaakil (orang yang pura-pura tawakkal). Ini adalah kemalasan.
Manusia diciptakan di dunia agar mereka dapat bekerja, berusaha dan bersungguh-sungguh. Para nabi pun bekerja, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun berdagang. Orang yang berpendirian bahwa duduk diam tanpa bekerja adalah tawakkal, kemungkinan pertama ia memiliki pemahaman agama yang salah, atau kemungkinan kedua ia adalah orang malas yang gemar mempercayakan urusannya pada orang lain.
Nama : M. Khoirun Najib
BalasHapusNIM : 53040180010
Kelas : BSA A
Mukjizat Nabi SAW Menerangi Jalan Sahabat Saat Gelap Gulita
Kisah Nabi Muhammad SAW dan keagungannya tak pernah bosan untuk dipelajari dan diceritakan. Selain kemuliaan akhlak, Rasulullah juga memiliki mukjizat yang membuat sahabat takjub.
Dikisahkan dari Hamzah bin 'amr Al-Aslami, ia bercerita bahwa pada suatu malam ia berjalan bersama Rasulullah SAW. Saat itu kondisi sangat gelap gulita tanpa penerangan sedikitpun. Kemudian keduanya berpencar di ujung jalan. Saat berpencar itu Hamzah melihat bahwa jari jemari Rasulullah SAW bersinar sangat terang.
Begitu terangnya sinar itu hingga membuat beberapa sahabat yang lain bisa mengumpulkan hewan tunggangan mereka. Tak ada seorang pun yang tersesat di gelap gulita itu. Keistimewaan jari jemari Rasulullah SAW lainnya juga bisa memancarkann air.
Baca Juga:
Kisah Turis Memeluk Islam Setelah Belanja di Pasar Tarim Yaman
Pamer Amal di Medsos? Hati-hati Dengan Riya dan Sum'ah
"Aku pernah melihat Rasulullah pada saat waktu salat Ashar tiba, orang-orang mencari air wudhu, tapi mereka tak menemukan air. Kemudian Rasulullah datang dengan membawa sebuah wadah berisi air wudhu. Rasulullah SAW lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah itu, lalu Beliau menyuruh orang-orang berwudhu dari wadah itu. Saat itu Anas bin Malik menyaksikan air memancar dari bawah jari jemari Rasulullah SAW. (HR Al-Bukhari, Muslim)
Bukan hanya jari jemari Beliau saja yang bersinar, dalam riwayat lain juga disebutkan tongkat Beliau dan setandan kurma pemberian Beliau juga mampu mengeluarkan cahaya terang.
Diriwayatkan dari Maimun bin Zaid Abas, Rasulullah SAW pernah memberikan sebuah tongkat kepada Abu Abbas setelah ia mengalami kebutaan. Rasulullah SAW berkata kepada Abu Abbas, "Gunakanlah tongkat ini sebagai penerang jalanmu."
Kemudian Abu Abbas menerima tongkat itu. Ajaibnya, tongkat dari kayu itu tiba-tiba bisa mengeluarkan cahaya sehingga menerangi jalannya.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Abbas salat lima waktu bersama Rasulullah. Kemudian ia pulang ke perkampungan Bani Haritsah. Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan sedang turun dengan derasnya, Abbas keluar lalu tongkat pemberian Rasulullah itu ia gunakan untuk menerangi jalan. Akhirnya Abbas selamat hingga sampai di rumah Bani Haritsah.
Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Na'im dijelaskan bahwa suatu malam, Rasulullah keluar dari rumah menuju masjid untuk menunaikan salat Isya. Ketepatan malam itu juga hujan turun dengan derasnya dan disertai petir. Saat sinar petir menerangi malam, Rasulullah melihat Qatadah bin Nu'man.
"Hai Qatadah, setelah engkau selesai saalat, tetaplah duduk di tempatmu hingga aku menyuruhmu," ucap Rasulullah.
Seusai salat, Rasulullah SAW menemui Qatadah dan memberikan sebuah tandan kurma. "Ambillah tandan kurma ini, ia akan menerangi jalan di depanmu sepuluh langkah dan di belakangmu sepuluh langkah," tutur Nabi SAW seraya memberikan setandan kurma itu.
Qatadah menerimanya. Lalu saat pulang ke rumahnya, setandan kurma itu benar-benar menerangi jalannya sampai di rumah.
Demikian salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang membuat takjub para sahabat. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Beliau dan para keluarga serta pengikut Beliau.
channel youtube Ajib Najib Channel 100 subscriber
blog : https://santrikalong23.blogspot.com/